Kita..

Obsesi, Cerita, dan Impian Kita

Kita..

Hari ini kita berdiri

dan duduk disini untuk

mendengar cerita atau dongeng

semata Nazam, dan juga berita

seperti mendengarkan suara pukulan bak

lonceng Cakra Donya.. yang seakan-

akan bunyinya menggema keseluruh

pelosok wilayah Nusantara bahkan dunia..

Kita..

Taukah kita.. tentang kita..

padahal kita yang berhadir dan berkumpul

disini, pada hari ini, juga detik ini..

telah dijadikan wayang-wayangan,

dengan cara membuat kontes lomba

suara kicauan burung raksasa

yang tidak berdosa, agar terdengar sangat

indah dan merdu di hadapan publik

walaupun kaki dan sayap tangannya dipaksa

oleh majikannya untuk mencakar, menginjak

dan memukul kepala kita sampai terluka,

berdarah, mampus dan mati..

majikan tidak peduli.

Kita..

Mengapa kita.. dan kenapa harus kita..

karena Bangsa kita masih banyak yang bodoh,

dan kebodohan kitalah.. justru yang membuat

kita lambat untuk maju kedepan demi-

Bangsa kita.. coba lihat dan rasakan

wahai Bangsaku.. sumber daya alam yang

di berikan Tuhan untuk kita sangat-sangatlah

luar biasa melimpah ruah di tanah bumi

Bangsaku, tetapi mengapa Bangsaku

sampai hari ini masih menjadi budak,

hanya untuk sebuah majikan yang

jelas-jelas kejiwaan mereka itu terlihat

sedang terganggu, dan itu adalah fakta dari

realita yang sulit untuk mereka

hilangkan dari khayalan, karena sebab dan

akibat telah bersemayam didalam kesesatan

pikiran dan hati para majikan yang kotor,

walaupun kebaikan mereka memberikan pakan

piaraannya, itu dilakukan demi melanjutkan

kontes lomba kicauan burung raksasa yang

tidak berdosa itu dipaksa sehingga bunyi

suara kicauannya yang indah terdengar

sangat merdu ditelinga,,

sudah tentu hal itu menjadi

modal usaha yang dapat

membuka peluang & kesempatan

untuk mengambil keuntungan

bagi obsesi majikan dalam

misi kesesatan yang memberitakan perubahan.

Kita..

Kaumku dan Bangsaku..

bangkitlah untuk maju

demi masa depan anak dan

cucu kita..

agar kelak keturunan Bangsa

Kita tidak punah oleh kebodohan,

karena kesesatan, hati & pikiran

berawal dari kebodohan kita sendiri

dan ingatlah.. wahai Bangsaku..

bebaskanlah burung raksasa yang

tidak berdosa itu dari obsesi majikan

yang merugi, sehingga suaranya

dapat berkicau indah tentang

kebenaran alam dan tempat

seharusnya dia berada..

sehingga kelak cita-cita

anak-anak dan cucu-cucu kita

dapat meraih masa depan yang

terang demi kemauan dan tekat

yang bulat dalam menempuh

perjalanan untuk dapat menginjakkan

kakinya ke planet

Bulan dan bintang agar

menjadi orang yang

lebih bijak.

Karya : Junirullah – 31-11-2012

Advertisements