SALAH SUAMI DAN ISTRI.

Problematika keluarga cukup banyak kita jumpai dalam era zaman kekinian ini, dan keberagaman problema menghiasi dan berpadu dalam sebuah intropeksi diri, mata pelajaran yang sangat berharga adalah keluarga dan rumah yang sangat indah adalah bahagia dalam keluarga, meski sederhana namun dapat mengimbangi untuk masa depan yang sudah tampak di depan mata.

Dalam cerita saya ini ada beberapa studi kasus yang hendak saya sampaikan bahwa ada tiga hal yang mutlak harus kita perjuangankan dari sekarang yakni sebagai berikut;

  1. pertama, dalam keluarga itu harus ada pondasi yang kokoh yakni ketaatan pada Ketuhanan Yang Maha Esa yakni bertawakal, bermunajat, dan beristiqamah kepada Allah.SWT untuk tujuan memperkokoh diri dan keluarga agar tidak terjadi gangguan Syaitan.
  2. Dan yang ke Dua adalah pendidikan yaitu antara istri dan suami harus tahu tentang toleransi hidup dalam membina rumah tangga, berbudi pekerti luhur, dan berakhlak mulia, dalam hal ini pembahasan tentang pendidikan sudah ditempuh minimal dari SD, SMP, dan SMA, untuk memperkuat pondasi diri dan keluarga yakni pembelajaran pembelajaran yang telah ditempuh itu mendapatkan hasil budi pekerti luhur yang baik,
  3. Serta yang ke Tiga, nah yang ketiga ini adalah keluarga.. Keluarga adalah tempat tumbuh dan berkembangnya watak seseorang dari usia dini sampai dengan dewasa, maka watak perkembangan dan pola pikir anak-anak dari mulai dini harus kita rawat dan jaga dengan sebaik-baiknya, dalam hal ini kedua orang tua harus sangat-sangat memperhatikan pertumbuhan untuk masa depan anak-anaknya kelak menjadi orang yang berguna untuk dirinya dan barulah berguna bagi orang banyak.

Setelah saya intropeksi diri dalam hal ini baru saya dapat bercerita dengan leluasa sesuai dengan studi kasus yang saya alami sendiri dalam rumah tangga dan keluarga saya. Pada waktu itu;

Suara kicauan burung pagi menyelimuti suasana hati yang sedang masih muda, pada waktu itu saya berumur 25 tahun jelang pertemuan dengan jodoh saya, sore hari tiba sepulangnya kerja teman yang bekerja disalah satu perusahaan kontraktor mengajak saya untuk jalan-jalan ketempat rumah pacarnya;

dialog;

Juan apa kabar ?

baik, yok kita jalan

jalan jalan ketempat

pacarku didekat

belakang itu rumah

tidak jauh dari ku

katanya.. dengan

semangat hendak

berjumpa dengan

pacar kekasihnya.

terus jawab ; ya aku mau juga ikutan dengan kamu lihat pacar kamu itu, siapa tahu sampai disana aku juga dapat pacar karena aku masih jomblo ne.. maklum pacarku dulu itu telah meninggal karena musibah Gempa dan Tsunami hingga raga nya sampai sekarang tak pernah ditemukan seperti ditelan bumi.. itu tangkas ku kepada teman yang hendak mengajak ku pergi jalan-jalan kerumah pacarnya itu.

Suara brum brum.. brum.. brum.. terlah berbunyi dengan starter prima kuno yang telah dimodifikasi itu kami pergi berjalan menuju tujuan tempat sidoi temanku.. bruuummm.. bruuuuuuuuuummmmm……… dengan panjang gas kepedean temanku itu tancap gas full.. sembari aku berkata .. haik .. kecepetan tuh keretamu lari.. pelankan dikit.. yang penting kita pelan dan sampai ke tujuan.. teman ku pun mendengar dengan tertawa.. iya.. haha.. :D..

Lima menit langsung tiba ditempat rumah sidoi temanku itu..  terus jumpa doinya.. dengan cerita seperti biasa anak – anak muda dulu.. hai beginilah.. hai begitulah.. itulah kata-kata yang diucapkan temanku itu. Selang lima menit kemudian tibalah seseorang dari jarak pandang dua puluh meter didepan rumah, dan selanjutnya aku bertanya.. hai coba lihat tuh siapa yang datang?.. lalu temanku itu bertanya siapa pula lagi tuh yang datang?.. dengan pertanyaan yang sama dan suara berbeda lalu sidoi pacarnya temanku itu berkata.. itu teman aku dari kampung baru setahun dia disini tinggal dirumah neneknya.. dan kami mengangguk.. sembari aku berkata.. oOO.. begitu ya?,.. selanjutnya temannya itupun memberi salam.. Assalamualaikum.. kami bersama menjawab Alaikumsalam.. mereka berdialog panjang lebar dan kami hanya duduk mendengar tentang kabar dan keadaan cerita mereka dikampung.. selang berlama-lama itu baru aku melihat dia seakan sosok perempuan yang tangguh seperti Cut Nyak Dhien.. hati bertanya betul ini.. apa betul dia itu seorang sosok perempuan untuk dijadikan pendamping hidup..? itu kataku bergumam didalam hati.. tak lama kami duduk depan rumah senjapun telah tiba burung-burung sawahpun terbang pulang kesarangnya.. dan kamipun pamitan pulang kerumah masing-masing.

 

Awal pertemuan yang singkat cerita itu ternyata, aku menyelam lebih kedalam karena penasaran bagaimana sih kisah lanjutan seorang anak perempuan yang berasal dari kampung itu..;

Pertemuan kemaren membuat aku bertanya kepada temanku itu, begini.. apa teman pacar kamu yang datang kemaren itu sudah punya pacar ?.. dan ia menjawab.. belum tau pastinya lebih baik kita telpon aja pacarku dulu baru bisa kita pastikan apakah dia sudah punya pacar atau belum..ok?!.. dan akupun mengangguk ok.. dering bel bunyi handphone terdengar krin… kring.. kring.. seperti suara telepon jaman dengan setelan bunyi nada ya seperti itu.. terus diangkatnya telpon oleh pacar temanku tadi.. terus mereka berdialog bertanya tentang pertanyaan yang sama seperti yang kami bincangkan diawal tadi.. terus pacarnya menjawab.. oOO.. kamu ini kegatelan apa.. nanya-nanya anak orang.. apa kamu mau jadikan dia pacar kamu ya?.. terkejut dengan tempratur nada itu temankupun termangu dan terkejut sembari berkata.. dik.. dik.. dik.. dengerin dulu.. apa yang mau abang bicarakan.. jangan cepat kali marah gitu.. kan abang belum bercerita mengapa abang menanyakan itu dik.. dengan raut wajah dan keringatan didahi temanku itupun bercerita dan menjelaskan.. maksudnya abang bertanya itu adalah apakah teman dik itu sudah memiliki pacar atau belum itu maksudnya yaitu teman abang ni bertanya kepada abang kalau boleh teman dik itu kenalin dong sama teman abang, soalnya teman abang mau cari pacar juga tapi belum punya pacar sekarang ini disebabkan pacar lama itu sudah ditelan bumi.. karena loudspeaker hidup lalu dengan suara cemas seperti orang teplongok gitu pacar nya menjawab.. apa pacarnya ditelan bumi.. tidak mungkin kamu ini ada-ada saja kok ada anak orang ditelan bumi?!.. lalu temanku itupun menjelaskan lagi.. maksud abang itu dik begini.. pacar lamanya itu sudah meninggal sejak gempa bumi dan tsunami tahun 2004 lalu dan jasadnya tidak ditemukan.. begitu ceritanya.. lalu dengan menghembus nafas oOO begitu ya?. . ya betul.. kalau begitu temanku itu kebetulan belum punya pacar bang.. atau begini saja abang dan temannya itu datang aja nanti sore ke tempat temanku itu, kami disana sore ini makan rujak buatan asli anak kampung.. apa mau bang?.. pas kali tuh kami ikut juga kesana ok.. nah boleh ikut tapi jangan lupa bawa garamnya ya? ok deh.. so time by.. tos.. akhirnya dari percakapan yang panjang lebar ditelpon tadi membuahkan hasil yang positif, ternyata temannya itu belum punya pacar dan kebetulan boleh mengisi tempat ruang yang masih kosong.. hehe.. TONG KOSONG NYARING BUNYINYA.. PLENTANG PLENTONG KOSONG BANYAK TEMANYA.. haha.. apaan sih kamu? nyanyinya kayak bunyi ember pecah.. haha.. tertatawa temanku itu.. sembari berkata.. yang penting semangat bro.. kamu pasti dapat pacar baru.. TONG KOSONG NYARING BUNYINYA.. PLENTANG PLENTONG KOSONG BANYAK RAYUNYA.. ada ada aja ne orang nyanyi kayak nggak beraturan gitu.. ya udah aku pulang dulu ganti baju terus jam berapa kita berangkat.. temanku itu tepelongok lagi.. sembari menggaruk kepala.. walah lupa aku nanya tadi jam berapa kita kesana.. TWAUWAUWAUWAUWAU.. tapi gini aja kamu terus pulang dulu ganti baju dan bentar lagi aku jemput kamu.. dan kita langsung kesana gimana.. ok?.. ok sih ok.. katanya tadi disuruh bawa apa?.. oh iya.. iya.. lupa lagi.. TWAUWAUWAUWAUWAU.. apa ya tadi disuruh bawa kok lupa aku.. !!.. biar aku bawa saja itu tadi pacar kamu bilang garam suruh bawa sama kamu apa ada?.. TUKTUHTUTUTUKTUTUK.. ya.. ya..ya.. ok.. kamu bawa saja ya.. ok .. aku siapin garam didapur rumahku banyak tuh.. ok.. so time by.. SUIT.. SUIT.. SUIT.. KAU MASIH GADIS ATAUPUN JANDA.. BAIKNYA KAU KATAKAN SAJA.. SUIT.. SUIT..SUIT.. pa apaan ni orang lagu nada suaranya cempreng gitu.. yaudah aku ganti baju dulu… keburu telat kita nanti.. makan belum, mandi belum, dan gosok gigi juga belum.. TWAUWAUWAUWAUWAU… :(.. ya udah kamu mandi sana.. :D..

 

Dari dialog yang sangat panjang lebar tadi.. lucu dan menggemaskan kita .. berawal dari itulah pertemuan pertama kami dengan perempuan kampung itu makan rujak bersama asli buatan racikan bumbu alami yang tak terlupakan hingga sekarang ini masih sangat-sangat terasa bersyukur atas nikmat Allah yang telah berikan kepada saya, bahwa kenikmatan rujak perempuan kampung lebih sangat nikmat dengan rujak-rujak lain disekitarnya. Mengapa demikian pertanda bahwa racikan bumbunya itu membuat semua pria tergoda dengan rujaknya, dan rasanya memang memang betul betul nikmat puji dan syukur kepada Allah.SWT yang telah memberikan nikmat itu.

Pertemuan makan bersama dengan rujakpun sudah mulai kelar dan berhasil kami berbincang dan bercerita tentang suasana dengan berbagai bahan cerita tentang kampung tempat perempuan kampung itu dan akhirnya dia menjadi pacarku.. pada waktu itu aku bekerja sebagai seorang seniman playing musik disebuah komunitas musik yang sedang lumayan naik daun disini, dan paruh waktu aku bekerja ditempat seni rental peralatan studio musik, disitu aku sebagai kurir penjaga studio bagi anak-anak remaja yang mau rental main musik. Hasil pendatapanku pada tahun itu lumayan dan alhamdulillah dapat menghidupi diriku sendiri dan juga keluargaku, dan orang tuaku juga ikut merasa senang karena anaknya memiliki hobi yang menghasilkan dalam kehidupannya.

Seminggu sekali aku ketempat pacarku itu, istilahnya apel malam minggu.. tapi sayangnya apel hanya berakhir pada minggu ke empat karena pada minggu keempat itu terdengar kabar bahwa ayahnya perempuan kampung itu yang sudah menjadi pacarku tau dari gosip orang-orang disekitar bahwa kami pacaran dan tunggu apalagi sudah saatnya kalau memang serius berlanjut ke jenjang pernikahan.. Padahal aku pada waktu itu belum habis mengenal tingkah dan laku , kepribadiannya , tentang semua yang tidak ditumpahlimpahkannya dengan arti kata lain sikap, perilaku, akhlak, adab dan sopan santun, serta agama, pendidikan, dan keturunannya.. semuanya itu belum habis aku pelajari.. dan tibalah saatnya pada waktu itu ayahnya telah datang untuk melihat keadaan anak perempuannya..;

Malam minggu ke empat aku datang kerumah pacarku itu, sambil aku melihat dia merawat neneknya yang sakit sudah renta dan tua mau pacarku merawatnya.. dan kasihan sekali neneknya itu karena banyak saudaranya yang kaya mampu dalam ekonomi tidak memperhatikan memberi kasih sayang yang lebih kepada nenek mereka, hanya saja mereka memberi uang dan kasih sayang dibayar dengan uang.. pada waktu itu aku tidak bahwa pacarku itu juga mau merawat neneknya karena sudah dibayar oleh saudara, sepupu, kakak beradik, saudara keluarganya pacarku itu.. pada hari itu yang aku tahu hanyalah kebaikan tanpa latar belakang uang, aku hanya mengambil positif thingking dalam hidup pacarku sehari-hari karena intinya dia telah merawat neneknya dengan sepenuh hatinya dan itu yang terbersit dalam pikiranku dan hatikupun mengikhlaskannya untuk mengambil keputusan bahwa pacarku itu sepertinya cocok dalam hidup bersama menjalin rumah tangga denganku karena dia bisa merawat nenek, bisa memasak, dan bisa mengurus rumah tangga.. itulah yang membuat aku mengambil keputusan sepihak dalam satu bulan berkenalan, tanpa kusadari aku telah melewati ke tiga studi kasus tadi diatas, bahkan,,. ohya sampai dimana tadi kita bercerita tentang pertemuan malam akhir minggu ke empat..

Ya.. kita lanjutkan dulu pada cerita akhir pertemuan malam minggu.. nah pada malam minggu terakhir pas jatuh waktu tempo sebulan, aku terakhir kali bertemu pacarku aku disuguhkan makan dan minum bersama ayahnya.. dipertemukan dengan orang tua ayahnya sembari aku menyalami , pada malam itu.. setelah makan duduk diruang tamu bersama ayahnya dan ayahnya berkata, bertanya memberi dua pertanyaan kepada ku ;

  1. Apakah anak (maksudnya aku dipanggil anak sama ayahnya) serius menjalin hubungan dengan anak saya?
  2. Jika serius dan tidak main-main maka anak harus bilang kepada orang tua untuk melamar anak saya!

pada jawaban pertanyaan pertama aku dengan respon menjawab serius.. Saya serius menjalin hubungan dengan anak bapak.

dan pada jawaban pertanyaan kedua aku dengan respon menjawab serius.. Ya insyaAllah saya akan beritahukan masalah ini kepada orang tua saya.

Kedua pertanyaan telah aku jawab.. jam berdetak.. bunyi.. tek.. tok.. tek.. tok.. tek.. tok.. sudah menunjukkan waktu bertamu sudah mulai habis pada jam sepuluh malam dan itu adalah batas bertamu kebiasaan adat istiadat ditempat kami. Kemudian aku pamit pulang kepada pacarku dan orang tuanya dirumah nenek dan ayahnya sambil ucapkan Assalamualaikum.. dan Alaikumsalam..

Kepulanganku kerumah.. tiba dirumah orang tuaku aku hendak menceritakan kepada orang tuaku, namun orang tuaku sudah terlihat letih dan lelah karena mau istirahat.. dan akupun berdiam untuk sementara waktu untuk tidak bercerita dulu kepada orang tuaku tentang pertemuanku dengan pacarku disana..

Esok hari.. aku sudah bangun pagi seperti biasa minuman sudah siap tersaji diatas meja makan, minum teh, kueKHONGGUAN, terus nasi sudah tersedia, denga lauk pauk yang kusuka dari hasil orang tuaku memasak dirumah.. ketika waktu aku sudah siap sarapan, barulah aku duduk dekat dengan orang tuaku dan bercerita.. Mak rencana ananda mau menikah dengan perempuan kampung itu yang aku kenal melalui temanku dan berdekatan dengan jarak rumah teman pacarku.. gimana Mak ? apa mamak setuju dengan pernikahan ananda.. dan mamak pun menjawab setuju itukan pilihan kamu jadi mamak merestuinya asalkan kamu bahagia..

Kedua orang tuaku sudah setuju dan pada bulan selanjutnya aku dan keluargaku datang untuk melamar atau meminang, dengan hadir tokoh masyarakat setempat yang langsung disaksikan orang tua tua, kami dilanjutkan untuk segera menikah naik ke pelaminan,… dan akhirnya kami menikah.. setelah menikah pada tahun pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima sangat-sangan langgeng dan berjalan mulus tanpa ada cekcok dan belum tampak sifat aslinya seorang istri melayani suaminya seperti ikhlasnya melayani neneknya… umur pernikahan kami sudah berjalan lima tahun satu periode pergantian pejabat dan keuchik atau pak lurah gampong.

Masuk tahun periode kedua disitu sudah mulai tampak pelan-pelan sikap, tingkah, sifat, kelakuan, dan akhlak yang sebenarnya.. yang pertama ketika suami bawa pulang uang yang banyak istri sungguh merasa senang dan gembira ria, diajak shalat berjamaahpun langsung mau.. karena setahu saya semenjak kami menikah entah berapa bulan yang ada melaksanakan shalat selanjutnya sendiri-sendiri entah berantah tak tau lagi, mau shalat atau tak shalat sudah pada tak open dan tak saling menasehati lagi.. yang kedua mengupat setiap hari dengan kata-kata kotor dan tidak senonoh, tidak berakhlak, dan tidak berpendidikan seperti terdengar kalau sedang bertingkah memaki, mencaci, menghina suami.. ketiga tidak melayani suami lagi sebagai seorang istri yang seharusnya tugas dan menjadi amanah istri untuk menyenangkan suami.. dalam periode kedua ini saya merasakan sudah lima tahun penderitaan lahiriah dan bhatiniah karena sebagai seorang suami saya sudah tidak hargai lagi oleh seorang istri yang dulu saya lihat baik diwaktu merawat neneknya.. semuanya itu semu tak ada yang asli tampak yang sebenarnya.

Lima tahun terakhir aku diperlakukan istri ku seperti suami yang tak punya harga diri dan nilai seorang suami yang memimpin dalam keluarga, aku dicerca, dicaci, dimaki, dihina, aku diusir keluar dalam kehujanan aku kedinginan, aku dibiarkan tidur sendiri dalam kamar tanpa ditemani selama lima tahun, selama lima tahun pula aku di doakan agar cepat mati, selama lima tahun pula itulah aku dizalimi dan dikhianati dalam artinya nafkah yang kuberikan selama lima tahun terakhir tidak tampak dimata istriku dan dimata keluarganya,, dan pada akhirnya keluarganyapun menyalahkanku karena istriku tidak bercerita kalau aku memberikan nafkah berapapun yang aku dapat tidak lagi dihiraukan yang penting harus bawa pulang uang banyak, kalau tidak bawa pulang uang yang banyak jangan harap layanan seperti yang dulu dulu itu lagi.. disitulah baru aku sadari bahwa aku telah diuji oleh Allah.SWT bahwa aku dapat istri yang zalim seperti ini.. kenapa dari dulu aku tak tau tentang hal ini karena aku melewatkan studi kasus yang ketiga point tadi diatas dan semua ini salah ku dan bukan salah istriku.

Aku hanya berdo’a agar engkau istriku diampuni dosanya oleh Allah.SWT dan segera cepatlah untuk bertaubat, dan aku telah memaafkan semua kesalahan mu, karena bagiku kamu tidak bersalah, hanya aku yang bersalah karena studi kasus ku tinggalkan begitu saja, sehingga aku tidak tau rupanya itu kamu yang sebenarnya.. Maafkan aku istriku.. dan aku memohon ampun kepada Allah.SWT dan berdo’a agar kita jangan dipersatukan lagi, lebih baik dipisahkan hidup atau mati. Terima kasih ya Allah.SWT sungguh lezat dan nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan aku sangat bersyukur dan bertawaqal, serta beristiqamah serta ikhlas kepada Engkau Ya Rabb.. Allah.SWT Maha Besar.

 

Demikian cerita singkat untuk satu episode ini mudah-mudahan menjadi mata pelajaran untuk kita semua dalam studi kasus masalah problematika keluarga dalam kehidupan berumah tangga. Semua cerita ini adalah nyata apa yang saya alami dan inilah tulisan yang harus saya tulis karena rasa hati yang begitu hancur telah saya pulangkan semua kembali itu kepada Allah.SWT semata dan saya mohon ampun kepadaNya.. Taubat.. Tak mau hal itu terulang kembali dan mudah-mudahan dijauhkan dari kezaliman.. NAUZUMINLAHIMINZALIQH.. YA ALLAH JAUHKAN AKU DARI MAKHLUK YANG ZALIM.

 

Junirullah/2018