“CATATAN CINTA…


Introsement

Suasana pagi hari menambah aroma segar hangatnya teh tersaji manis di warung kopi, sebuah keluarga sederhana yang penuh dengan kebahagiaan didalamnya, suasana keakraban yang terbangun dari salah satu keluarga sederhana ini yang selalu mengutamakan kepekaan toleransi kekeluargaan dalam sebuah rumah tangga. Hal ini patut kita contoh dari keluarga sederhana ini yang sehari-hari mereka selalu bersama pada waktu habis masa jam kerja, istirahat mereka selalu berkumpul menikmati hari-hari kekeluargaan secara bersama, tidak ada waktu yang tidak mereka sisihkan untuk berkumpul bersama, bercerita, berbagi kebahagiaan secara bersama-sama pula, dan juga menyelesaikan masalah secara kekeluargaan, baik itu masalah sehari-hari yang terkadang tak bisa diselesaikan dengan sendiri-diri, namun dibalik masalah ada keluarga yang memberi solusi, baik secara pikiran, saran, nasehat, dan lain sebagainya.

Keluarga yang seperti ini sangat didambakan oleh semua orang, karena dengan melihat latar belakang keluarga yang sangat sederhana ini, keseharian hidup mereka dengan lingkungan sekitar tetangga yang amat ramah tamah, dan nilai rasa toleransi hidup sesama masih sangat tinggi diantara mereka, dengan membantu dan menolong orang yang membutuhkan, dan juga mebesuk orang yang dilanda sakit, berduka, dan juga musibah, mereka tak pernah meninggalkan peran keluarga dalam membantu dan menolong sesamanya. Setiap hari mereka shalat berjamaah dimesjid, walau terkadang tak sempat mereka melaksanakan shalat berjamaah dimesjid, shalat berjamaah di rumahpun mereka tegakkan, dan setelah shalat berjamaah dilaksanakan kebiasaannya mereka pada malam hari duduk kumpul saling bercerita tentang apa yang hendak diceritakan seperti masalah-masalah sekolah, masalah dengan lingkungan, masalah bagaimana hidup bertoleransi dengan orang-orang disekitarnya, mereka selalu bercerita pada kesempatan jadwal sesudah makan malam bersama didalam rumah ruang tempat berkumpulnya keluarga yang sudah terbina dengan kebiasaan kebaikan.

Hal ini sangat menyenangkan kita yang sedang asik membaca buku ini dengan membayangkan saja dan melihat situasi yang dibangun dengan keakraban yang sangat harmonis dan penuh kasih sayang ini membuat kita simpati dan terharu, karena keluarga yang berlatar belakang sederhana ini dapat hidup berdampingan dan saling berbagi antara yang satu dengan yang lainnya yaitu, bapak, ibu, dan anak, sampai saudara serta masyarakat sekitarnya dengan melihat keluarga ini merupakan sesuatu hal yang sangat luar biasa dan menjadi mata pelajaran bagi kita untuk mengambil contoh kebaikan dan berbuat kebajikan bagi kita semua dalam menjalani kehidupan keluarga yang bahagia. Kisah cerita ini membuat semua orang pasti terpana dan terpukau membacakan isi buku dengan tema keluarga yang satu ini karena pada dasarnya buku ini adalah hasi studi kasus yang mengangkat akar kebaikan dalam sebuah keluarga yang lebih cendrung berasal dari turunan keluarga baik-baik, dari nenek dan kakek yang memiliki keturunan bangsawan yang sangat berpengaruh dalam masyarakat disekitarnya, walaupun kakek dan nenek mereka sudah meninggalkan dunia, namun disisi cerita dalam buku ini yang dikisahkan oleh masyarakat disekitarnya bahwa kakek dan nenek mereka selalu bertoleransi baik dengan masyarakatnya bahkan nama mereka sekarang masih tetap dikenang dengan baik walaupun telah tiada, namun kesan yang dibangun dan ditinggalkan mereka sangat-sangat dikagumi oleh masyarakat dan masyarakatpun menaruh simpati terhadap keluarga mereka yang sudah sekian tahun lamanya masih tetap sama dengan toleransi hidup keluarga seperti semasa kehidupan almarhum kakek dan nenek mereka dulu.

Karena pada dasarnya mereka berpegang pada prinsip keluarganya bahwa kehidupan toleransi saling peduli yang sedemikian itu adalah toleransi sosial kebudayaan masyarakat kita, yang pada akhirnya kelak masyarakat juga yang ikut menolong dan membantu kita dalam hal kedekatan antar rumah tangga, jadi prisip yang dibangun adalah kapan lagi kalau bukan dimulai dari sekarang kita memperhatikan dan memberikan simpati kepada yang membutuhkan uluran tangan kita dan kita tidak meminta untuk membalas budi baik kita dan itu semua Tuhan yang membalasnya untuk kita, jadi kita hidup ini saling berdampingan antara yang satu dengan yang lainnya,saling butuh membutuhkan dan saling memiliki keterkaitan dalam hubungan sosial, dan tidak hanya itu, semua kehidupan ini yang telah Tuhan ciptakan itu semuanya bermanfaat untuk kita, seperti tanaman-tanaman, hewan, matahari, bulan, dan bintang, yang kesemuanya itu saling kait terkait antara satu dengan yang lainnya seperti mata rantai kehidupan yang tak bisa dipisahkan walau apapun itu problematika kehidupan, semua memiliki arti dan makna yang berbeda namun disisi lain semua ciptaanNya itu sangat-sangat sempurna dan bermanfaat untuk kehidupan dibumi ini.

Buku ini bercerita tentang kisah bagaimana memperbaiki akhlak dan moral yang baik?!

Kisah cerita buku Keluarga ini termasuk sebuah buku yang menceritakan tentang pengalaman berbagi kebaikan dan kebajikan, seperti cerita yang dikisahkan dalam buku ini bercerita tentang sebuah keluarga besar yang memiliki banyak sanak dan saudara-saudara mereka disekeliling lingkungan tempat mereka tinggal, baik itu dekat maupun jauh, mereka selalu mengikat dengan hubungan silaturahmi yang tak putus-putusnya berhubungan sebagai penyambung komunikasi antara sesama mereka, kadang sesekali mereka pergi bersilaturahmi bersama-sama keluarga, hal ini sangat disenangi oleh famili-famili dan masyarakat disekitartnya. Keakraban yang dibangun dalam lingkungan sosial masyarakat menjadi sebuah asas kemanusian yang memiliki solidaritas berkaum pada setiap banyak orang, tidak hanya disini bahkan walau jarak jauh, mereka juga menyempatkan untuk bersilaturahmi secara bersama untuk melihat keluarga yang lainnya dikejauhan pada waktu mudik lebaran, hal inilah yang membuat keluarga mereka selalu diingat oleh orang banyak, meski nekMoyang, kakek dan neneknya hanya tinggal sebuah nama namun sebuah nama baik itupun masih tetap tepatri dan dikenang oleh masyarakat sekitarnya. Dasar keluarga ini adalah dari keluarga bangsawan yang menjunjung tinggi nilai kultural, adat istiadat, dan budaya, dalam hal ini keluarga ini dilahirkan dari keluarga yang memiliki ketaatan beragama, berpendidikan, dan memiliki sikap bijaksana yakni bersikap baik, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, bermartabat dan berwibawa, dan ini merupakan suatu pondasi dasar yang dibangun dalam sebuah keluarga. Siapa yang tidak mau dan tidak ingin memiliki keluarga seperti ini, pasti semua kita sangat mengidamkan seperti halnya dalam cerita yang dikisahkan dalam buku keluarga yang satu ini dari sekian banyaknya keluarga-keluarga didunia ini.

Keluarga merupakan tempat berbagi kebahagian, dan keluarga adalah tempat keteduhan yang didalamnya memiliki suasana aman, nyaman, dan tentram yang diselimuti kebahagian dan kehangatan kekeluargaan, maka cerita dalam buku ini sangat bermanfaat untuk dibaca karena dengan adanya penulisan buku keluarga yang baru ini, dapat menginspirasi kita kembali tentang arti keluarga bagi kita semua, pada umumnya keluarga yang kita saksikan sekarang sudah sangat jauh berbeda dan tidak banyak lagi yang memikirkan solidaritas seperti halnya dengan keluarga ini, kisah cerita dalam buku bertema cerita keluarga ini kita tidak membahas atau membandingkan keluarga satu dengan lainnya, tapi intinya dari cerita dalam buku ini semoga kita diberikan hidayah yang dapat memberikan contoh bagi kita semua bahwa keluarga yang seperti dikisahkan dalam buku ini patut kita contoh dan memberikan kesejukan yang sangat kita inginkan, impikan, dan dambakan. Keluarga yang tidak disebutkan inisial asal muasal nama keluarga, tempat, dan waktu, ini merupakan sebuah cerita yang mengisahkan sebuah keharmonisan keluarga yang sangat didambakan oleh banyak masyarakat, kita tidak melihat dari luarnya tapi kita melihat dari dalam diri kehidupan keseharian keluarga itu, bagaimana mereka hidup, bagaimana mereka bahagia, bagaimana hubungan mereka dalam keluarga, bagaimana mereka bertoleransi antar sesama baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat disekitar.

Kalau kita bercita-cita ingin memiliki keluarga yang seperti ini dapat juga kita ikuti dalam cerita buku ini, karena sangat disayangkan apabila kita tidak mengikuti sampai habis membaca buku ini, karena dalam buku ini yang dibahasa adalah Cinta Dalam Keluarga Sederhana, tema ini diangkat untuk menginspirasi contoh teladan bagi kita sebagai masayarakat yang sekarang sudah tak lagi banyak menghiraukan arti sebenarnya sebuah keluarga dalam keutuhannya keluarga dan pada umumnya kita melihat semua keluarga era peradaban kita sekarang ini disibukkan dengan berbagai materialistis yang berhujung pada hilangnya kebahagian dalam keluarga. Kita hanya bisa melihat dan membaca tentang semua kisah dalam keluarga, namun pada hakekatnya adalah kita mengambil yang positif thinking untuk mediasi menjadi contoh keteladanan kita dalam penerapan sehari-hari di dalam kehidupan keluarga, dan lagi pula inspirasi buku ini terhimpun dari berbagai sumber kehidupan keluarga yang ril dari kajian studi penulis sendiri yang karangan ini diceritakan dengan dasar melihat, mendengar dan membaca keadaan situasi dan kondisi dalam kehidupan keluarga sederhana ini, dan dengan studi kasus  melihat pula kehidupan yang diluar jangkauan dari keluarga yang lainnya yang memiliki karakter prinsip yang berbeda-beda, maka dari hasil studi mata pelajaran berdasarkan pengalaman penulis lahirlah tema atau judul buku keluarga ini, buku ini merupakan hasil dari studi kasus dan pengalaman penulis yang telah lama dijalani dan ini merupakan hasil kreatifitas penulis yang sudah sepuluh tahun lamanya penulis mempelajari kehidupan keluarga sendiri dari hari kehari, dengan latar belakang pendidikan penulis yang hanya memiliki status pendidikan sekolah menengah atas sederajat, maka dengan menekuni hobi menulis ini pengarang cerita ini dapat merangkai ungkapan cerita yang sangat sederhana namun memiliki makna kebermanfaatan untuk kita baca. Pengalaman yang sangat berharga ini penulis tuangkan dalam bentuk sebuah literasi buku yang memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lainnya karena buku hasil studi kasus ini dapat menjadi mata pelajaran untuk kita semua dalam membina rumah tangga dan keluarga yang lebih baik.

Buku ini juga termasuk dalam kategori buku yang berisikan pengalaman dan nasehat.

Keluarga sederhana yang dimaksud dalam buku ini adalah keluarga yang sudah memiliki dasar-dasar pondasi yang kokoh untuk menjalani kehidupan, sehingga dengan pondasi yang kokoh dan kuat ini apapun masalah himpitan, problema, halangan, rintangan, ujian, dan cobaan yang diberikan Tuhan kepada sebuah keluarga, sehingga dapat dilewati dengan ketenangan jiwa yang besar dan penuh sabar dengan rasa keihklasan bersyukur. Tingkat pemahaman dan makna kebahagiaan itupun silih berganti datang dengan sendirinya tanpa ada rasa kebimbangan dalam keluarga, maka sebuah hal yang demikian itu perlu dipercontohkan dihadapan publik agar kita semua juga dapat ikut merasakan dan menyelam dalam keluarga untuk memahami, mengerti, dan juga beredukasi sebagai bahan intropesiksidiri dalam menjalani kehidupan berumah tangga agar menjadi keluarga yang sejahtera dan bahagia sepanjang masa. Perlu kita ketahui disini adalah untuk mencapai kebahagian ada tiga studi kasus yang harus kita ketahui seperti halnya yang diterapkan dalam kisah buku ini yang menceritakan tentang keluarga sederhana ini yang bertahan dalam kehidupan keluarga yang membuahkan hasil kebahagiaan, hal apakah yang membuat keluarga ini bertahan hidup dalam kehidupan mereka? Hal yang mendasar perlu kita ketahui dalam introsemen ini juga memberikan pandangan luas dengan kata keterkaitan yang sangat erat hubunganya dengan poin inti keutamaan yang diceritakan dalam buku ini;

  1. Agama; Kepercayaan

Agama adalah pondasi yang sangat kuat dalam sebuah keluarga apabila dalam kehidupan keluarga itu memiliki ketaatan beragama dan beribadah maka kuatlah kepercayaan dalam keluarga.

  1. Pendidikan; Budi pekerti

Pendidikan yaitu ilmu yang berguna bermanfaat bagi diri dan orang lain dengan budipekerti yang baik menumbuhkan generasi yang baik dari pendidikan.

  1. Keturunan ; Asal keluarga

Keturunan merupakan salah satu gen yang watak pola pikirnya itu sudah terbentuk dan hasil akhir genregenerasi merupakan cerminan keluarga.

Keluarga yang beragama, berpendidikan, dan berasal dari keturunan yang baik-baik inilah menjadi keluarga yang memiliki rahmatanli’alamin dimata Tuhan Yang Esa pada kebanyakan studi kasus yang penulis lihat dan mempelajari keadaan situasi dan kondisi keluarga disekitarnya, dan dari berbagai referensi pengalaman pada umumnya. Mengapa penulis mengarang kisah cerita buku ini? karena pengarang juga mengalami hal yang sebaliknya dalam keluarga, maka dengan adanya buku ini para pembaca juga dapat menjadi sebuah bentuk pencapaian kesempurnaan diri yang baru dengan didasari dari berbagi pengalaman penulis dan juga orang lain untuk kebermanfaatan pembacanya supaya menjadi pedoman pengalaman hidup kelak dalam menjalani kehidupan dalam berumah tangga. Semua pengalaman dalam hidup ini ada hikmahnya maka tidak sedikit pengalaman yang penulis ceritakan ini, karena pengalaman penulisan dalam buku ini lebih banyak lagi dari pengalaman orang lain, dan bahkan juga pengalaman orang lain melebihi penulis buku ini yang memiliki perbedaan strata dan status pendidikan namun kita tetap sebagai penulis yang mengisahkan cerita tentang peradaban kehidupan manusia, maka dengan berbagai macam himpunan problematika kehidupan yang belum tertuang dalam buku ini, penulis berupaya untuk memberikan yang terbaik dalam sebuah karakter penulisan jatidiri penulis yang sesungguhnya dan apa adanya, hingga tertuang dalam kisah cerita buku ini diantara kebaikan-kebaikan ada kebaikan yang lebih baik lagi, semua kita dilahirkan sama diatas permukaan bumi ini hanya berbeda waktu tempat dan asal muasal historinya. Kehidupan dalam berumahtangga atau dalam keluarga telah menumbuhkan watak seseorang itu menjadi sempurna ketika dia terus memperjuangkan cita-citanya yang tidak lain adalah hanya untuk tujuan ibadah dalam hidup bertoleransi sesama didunia, keunikan dan keberagaman yang kita miliki juga membesarkan pola pikir dan watak dalam bersosialisasi antar sesama kita terhadap lingkungan sekitar dan kerukunan hidup antar sesama umat lainnya dan fenomena kebahagian ini lahir dalam keluarga sederhana yang dapat kita baca kisah studinya itu dalam buku ini yang dirangkum rapih oleh penulis dan editor bahasa untuk kita dapat dengan mudah memahami dan mengambil hikmah yang mendalam dalam studi kasus penyelesaian antar problematika kehidupan dalam keluarga, semuanya itu tak lepas dari apa yang telah dilalui dalam hidup bersama dalam sebuah harmoni keluarga.

Pengalaman yang mengedukasikan kita ke arah jalan yang baik adalah sebuah pengalaman yang dapat kita petik ambil to the poinnya dari sisi kebaikan dalam menyelesaikan persoalan berdasarkan masalah, hal ini sangat mendominasi pola pikir yang arif dan bijak dalam literatur sebuah keluarga dan tidak semua masalah selalu datang dan berlalu begitu saja namun dibalik itu guratan goresan suka dan duka selalu menyelimuti keluarga pada umumnya, berbagai problematika rumah tangga dan keluarga yang era sekarang ini semakin banyak kita lihat dan baca berdasarkan indra penglihatan dan perasaan kita menjadi sebuah hal yang tidak ada habisnya apabila kita bercerita dengan berbagai macam masalah dan persoalan rumah tangga dan keluarga, pada intinya dalam buku ini mengupas tentang kebaikan-kebaikan keluarga untuk dapat kita ambil sebagai bahan mata pelajaran yang sangat berharga sebagai cerita contoh kehidupan yang lebih baik dalam membina mahligai rumah tangga dan juga keluarga. Semua itu kembali pada dasar intropeksidiri untuk lebih mengutamakan sikap arif dan bijaksana baik itu dalam memutuskan sesuatu dan bertindak secara baik dan lebih baik lagi, keputusan dan tindakan dalam keluarga sebagai pemimpin keluarga yang baik adalah mendengar menengahkan sebuah masalah tanpa mengorbankan norma nilai-nilai adat istiadat dan norma-norma agama yang dibentuk dalam literasi berbasis keagamaan, pendidikan, dan keturunan yang pada akhirnya diteruskan oleh genregenerasi penerus bangsa yang berguna bagi bangsa-bangsa lainnya, yang dimaksud genre dalam buku ini adalah genre (generasi-generasi) yang memiliki budi pekerti luhur, berakhlak mulia, dan beradab dalam kehidupan, dan itulah generasi yang baik dan memiliki nilai bangsa yang berwibawa, bermartabat, arif dan bijaksana.

Intropeksi diri diceritakan buku ini melalui karakter watak seorang perempuan baik-baik.

Tujuan pembahasan cerita dalam buku ini adalah untuk memperbaiki akhlak dalam kehidupan yang penuh dengan problematika dunia, dan juga buku ini menceritakan tentang sikap-sikap yang baik dalam menyelesaikan masalah dalam keluarga dengan mengedepankan nilai kultur, adat istiadat, budaya yang dimiliki oleh tanah air kita dengan berbagai keberagaman sosial dan budaya dalam kehidupan di seluruh penjuru nusantara. Buku ini adalah buku yang kesekian banyaknya buku yang telah banyak kita baca dan buku ini memiliki latar belakang penulis yang unik berdasarkan studi kasus dan pengalaman dalam kehidupan sebahagian banyak orang yang pada umumnya hampir sama tapi berbeda tempat waktu dan asal muasalnya. Buku ini memiliki karakter yang kuat sehingga kisah cerita Cinta Dalam Keluarga Sederhana dapat tumbuh dan terus berkembang hanya untuk mengambil contoh pencitraan untuk memetik kebaikan-kebaikan dalam kehidupan, yang bermanfaat untuk kita semua. Buku ini dapat menumbuhkembangkan watak dan pola pikir yang positif thingking untuk sipembacanya dan pikirannya itu ikut dalam penghayatan bacaan setiap bait pargraf dalam penulisan yang berkisahkan cerita kesederhanaan dalam buku ini, maka dari itu sipembaca dapat mersakan jiwa dan raganya yang juga akan terhimpun dalam cerita buku ini, dengan sikap haru dan simpati maka disitulah ungkapan perasaan dan rasa Cinta Dalam Keluarga Sederhana ini dapat kembali dimengerti dan dimaknai oleh pembaca untuk tujuan utama adalah menghimpun kebaikan diri untuk dapat dengan lebih baik lagi tumbuh dan berkembang pola pikir yang arif dan bijak. Semua sadar dan tahu bila pada waktunya itu telah tiba dan tidak ada lagi ungkapan-ungkapan kesederhanaan dalam keluarga yang menghiasi suasana kebersamaan yang setiap harinya itu selalu bahagia dan kekurangan-kekurangan dalam rumah tanggapun mulai disadari bahwa keluarga adalah tempat teduh dalam hati yang damai dan bahagia. Ekspresi haru dan spontan ini lahir dalam raut wajah ketika membaca kebahagian-kebahagian menyelimuti dalam cerita buku ini, semua terangkum menjadi satu emosional yang positif untuk menambah pengalaman dalam hidup, untuk siapa hidup, dan apa tujuan hidup, demikian buku ini bukanlah suatu nilai ukuran materialistis dalam hidup namun pengalaman berbagi dan bercerita untuk sesama inilah yang dapat menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang terutama dalam keluarga jadi Cinta Dalam Keluarga Sederhana perlu untuk kita resapi kembali dan perlu juga menjadi bahan introspeksidiri sampai dimakah kebersamaan kita?. Meresapi sama juga dengan hal merasakan kembali dalam memahami, mengerti, untuk refleksi dan intropeksidiri juga merupakan usaha melakukan kebaikan-kebaikan dalam diri seseorang hingga seseorang dapat menjadi sempurna ketika pencapaian hakikatnya telah sampai pada waktunya. Kita sadar bahwa hidup ini tak lebih hanya sebahagian prosa kata yang berulang-ulang kita ucapkan dan juga sebaliknya kehidupan yang kita jalani ini adalah waktu yang terus berputar-putar pada poros jam yang sama yakni pergantian waktu, hari, bulan, dan tahun yang telah ikut serta dalam bertambahnya usia kita yang semakin senja untuk mencapai hakekat hidup yang sebenarnya, semua yang kita miliki adalah hanya titipan semata dari Sang Pencipta dan semuanya itu didasari oleh panutan-panutan para leluhur pada masa lampau dan menjadi contoh teladan kepada generasi selanjutnya yang telah dititipkan untuk hidup berdampingan dan bersosialisasi antar sesamanya dalam kurun waktu yang kompleks dengan perbedaan tempatan asal muasalnya.

Perubahan dan peradaban zaman juga mendominasi pengaruhnya budaya diseputaran masyarakat, perkembangan dunia yang sekarang dirasakan merupakan salah satu kebaikan-kebaikan yang dicapai pada peradaban sebelumnya dan dilanjutkan kembali oleh para peradaban genregenerasi sekarang ini yang kesemuanya itu merupakan cerminan dari sebuah literasi perpaduan peradaban pada masa lampau dan diteruskan kepada regenerasi generasi selanjutnya dan dengan hal yang sama ini pula merupakan sebuah cerita refleksi untuk mencapai cita-cita hidup yang penuh dengan kebahagian dalam keluarga. Cerminan toleransi dan sosialisasi antar keberagaman dalam status kehidupan keluarga dapat menjadi salah satu bentuk keberagaman kehidupan dalam keluarga dalam jalinan hubungan kebersamaan, dengan berbagai perbedaan, dengan mempertimbangkan dan memperhatikan tentang keberagaman nilai yang kaya dengan adat istiadat yang masih melekat erat dalam kultur dan budaya dalam kearifan lokal. Kisah cerita dan sosok peranan tokoh dalam cerita kisah Cinta dalam keluarga sederhana ini telah menginspirasikan kita dalam kehidupan sosial pada umumnya, sosok tokoh, karakter, psikologi, cinta dalam keluarga sederhana ini yang penulis angkat sebagai sebuah cerita yang ril dan nyata terjadi disalah satu tempatan wilayah yang berbeda, dengan penyusunan bahasa dan tata kalimat yang penulis ketak-ketik secara perlahan-lahan hingga pada penyutingan dan editorial tata bahasa oleh para ahli bahasa, karena pada dasarnya kalimat dan bahasa penulis sadari masih banyak terdapat kekurangan dalam rangkaian buku ini, maka penulis dengan segenap kemampuannya mencoba memberikan yang terbaik untuk para penikmat buku yang menjadi kutu buku sebagai pembaca yang sejati, maka dalam hal ini penulis bercerita dengan studi kasus dan permasalahan yang berbeda-beda dalam kehidupan keluarga, dalam buku ini kita mengangkat tema “Cinta Dalam Keluarga Sederhana”  yang intinya itu untuk berbagi kebaikan dan bukan untuk menjadi pahlawan dalam menyelesaikan segudang permasalahan dalam kehidupan keluarga, akan tetapi buku ini mengangkat dan menumbuhkembangkan kembali rasa toleransi dan sosialisasi antar sesama agar rasa yang acuh tak acuh dan tidak peduli antar sesama itu patut juga dipertimbangkan dan diperhatikan, karena hidup kita berdampingan dengan status hubungan sosial kemasyarakatan dengan menghargai nilai-nilai dan norma-norma perbedaan disekitar kita. Seperti halnya kehidupan dikota besar yang penuh dengan sesaknya dan padatnya aktifitas terkadang kita melupakan yang namanya keluarga, dan itu pula juga patut dipertimbangkan dan diperhatikan kembali, karena kehabagian itu bukan semata-mata hanya uang “time is money” tapi sebaliknya uang merupakan alat tukar barang dan keluarga bukanlah barang dan keluarga tidak mampu ditukar dengan uang, pada umumnya uang adalah kebutuhan tapi uang bukanlah ukuran dari segala yang dimiliki oleh keluarga, tetapi keluarga adalah kebahagiaan sejati. Terkadang himpitan ekonomi dalam sebuah keluarga itu juga merupakan permasalahan pada umumnya yang kita jumpa dalam era zaman sekarang ini, padahal kebutuhan sejati dalam keluarga itu adalah sepenuhnya menikmati hidup dengan rasa syukur apa yang terjadi hari ini dan terus berulang-ulang diungkapkan dalam bahasa bersahaja dan berdoa dengan pencapaian dalam pekerjaan itu diimbangi dengan Usaha Menikmati Rasa Syukur Apa Yang Terjadi Hari Ini ,  itu yang sebenarnya inti dari segudang tumpukan penyelesaian permasalahan yang terjadi di dalam dunia ini tanpa disadari oleh pihak keluarga, dan akhirnya banyak kita melihat kehidupan keluarga yang pada umumnya hancur berantakan “broken home”  itu karena kurangnya bersyukur, dan ini sungguh sangat kita sayangkan dan kita sesali, demikian dan beginilah halnya yang terjadi sekarang ini. Mengapa hal ini terjadi dalam keluarga anda?! Jawabannya adalah apa yang terjadi dalam kehidupan seseorang adalah cerminan tentang diri seseorang itu sendiri, karena cerminan hidup itu silih ganti berpusing dan berputar cepat tak henti-hentinya dengan kecepatan waktu yang sama dan berbeda pula rasa yang dialaminya, dan dari hal itulah tanpa disadari baik itu peristiwa-peristiwa suka maupun duka yang sedang kita lewati adalah cerminan garis kebenaran yang tak bisa dielak atau melawan kehendakNya, dan pada akhirnya kembali lagi kepada kebaikan “bersyukur apa yang terjadi hari ini”. dan kata itu terucap tidak semudah dengan apa yang kita bayangkan seperti membalikkan telapak tangan, tapi butuh proses dengan usaha, berdo’a, dan tentunya memiliki kesabaran yang tiada batasnya dalam menempuh ujian dan cobaan dalam kehidupan yang diberikan Tuhan sebagai pencapaian seorang insan yang sempurna bertawaqal, bermunajat, dan beristiqamah karena penyelesaian masalah semuanya itu dalam islam sudah sangat-sangat sempurna diajarkan,  karena dengan kesempurnaan kita dapat berbagi toleransi dan bersosialisasi sesuai dengan nilai dan panutannya pada kehidupan masing-masing keluarga disekitarnya, dan juga tidak lepas dari itu pula, kesempurnaan keislaman telah mempersatukan umat beragama dalam dunia ini pada peradaban-peradaban masa lampau yang membawa kebaikan-kebaikan dan kebahagiaan untuk kemaslahatan umat yang telah diatur dalam kitab suci AlQur’an.

Kecintaan pada dunia yang berlebihan juga berdampak buruk terhadap perubahan mental dan paradikma yang berkembang dalam masyarakat, tentunya perlu disadari bahwa Cinta dalam keluarga sederhana tak memberatkan kita dalam mencapai kebahagiaan yang hakiki, karena dengan kesederhanaan pula kita dapat hidup dengan bahagia, sama halnya seperti kisah yang diceritakan dalam kisah cerita buku keluarga yang sederhana ini, sehari-hari hanya hidup seperti biasanya orang-orang lain dan tidak mengambil hal-hal yang luar biasa atas semua rahmatanlil’alamin yang telah dilimpahkan kepada keluarganya, dan itulah kebahagiaan keluarga yang sebenarnya, karena kalau dilihat dari keseharian kehidupan mereka dalam keluarga sederhana ini sangat indah dan bahagia, keluarga besar yang tumbuh dan lahir dari keluarga yang beragama, beradab, berpendidikan, dan berbudi pekerti luhur inilah yang patut kita ambil contoh teladan yang baik. “Dalam hal ini penulis akan coba menceritakan tentang apa-apa saja kegiatan yang mereka kerjakan sehari-hari, dan apa-apa saja resep kebahagian mereka dalam keluarga, terus bagaimana hubungan keluarga mereka dengan sekitar lingkungannya, dan apa yang membuat mereka bertahan hidup hingga sampai pada akhir masa dalam sebuah keluarga yang sederhana ini?!”  mungkin ini hanya sebahagian kecil cerita yang penulis ungkapkan dalam ungkapan mengarang ceirta yang bertema keluarga pada umumnya dan masih banyak cerita-cerita lainnya dari sebahagian keluarga yang belum terungkap untuk kita kemukakan dalam topik pembahasan buku bercerita yang menginspirasikan tentang keluarga, dalam kesempatan ini penulis hanya dapat bercerita yang telah dipelajarinya berdasarkan pengalaman yang didapat dalam salah satu keluarga yang diangkat dengan cerita berjudul “Cinta Dalam Keluarga Sederhana”.  Dengan konsep penulisan yang otodidak penulis mencoba bercerita dan berbagi informasi kisah untuk kebaikan dalam literasi solidaritas sosial masyarakat yang dihimpun berdasarkan pengalaman-pengalaman kehidupan yang telah dijalani, dan mungkin buku ini menjadi salah satu contoh inspirasi yang terbaik diantara contoh-contoh kisah cerita yang terbaik lainnya. Saran yang membangun dalam penyempurnaan tata bahasa dalam buku ini juga penulis terima dan sarankan untuk pengembangan dan peningkatan karya tulis untuk menuju kearah profesionalis penulis yang lebih baik lagi kedepan, tentunya dengan talenta menghadirkan banyak variasi kisah cerita yang berbeda-beda dengan konsep yang lebih dramatis, novelis, dan temporer dengan keadaan dan situasi kondisi yang berkembang pada era zaman sekarang yang penuh dengan inspirasi-inspirasi kebaikan yang patut untuk penulis ceritakan lagi dalam kisah-kisah cerita selanjutnya dalam salah satu terbitan-terbitan buku yang mampu mengangkat sosial budaya masyarakat seutuhnya dan dapat dijadikan sebuah cerita yang lebih baik lagi dan lebih-lebih baik lagi untuk dibaca oleh regenerasi generasi pecinta gemar baca para kutu buku sejati. Terima kasih kepada penyemangat dan pendukung semuanya.

Semua kebaikan moral dan akhlak baik diceritakan dalam buku ini.., selamat membaca;

 

CINTA DALAM KELUARGA SEDERHANA

Suasana pagi hari menambah aroma segar hangatnya teh tersaji manis di warung kopi, disebuah kota besar hiduplah keluarga yang sangat sederhana dengan berbagai macam ragam kemajemukan sosial masyarakatnya yang hidup berdampingan didaerah pertengahan kota yang sangat bising dan padat lalulintas kehidupannya, sehingga dalam pertengahan kota yang kemajemukan itu banyak literasi kehidupan yang disampingnya itu memiliki nilai-nilai histori adat istiadat, norma, budaya, yang berbeda-beda dan beragam dalam kehidupan dikota. Cinta adalah sosok seseorang perempuan yang hidup dalam sebuah keluarga yang sangat sederhana yang berketurunan dari keluarga bangsawan dan sikapnya yang ramah tamah, berbudi pekerti luhur, berakhlak mulia, memiliki nilai kasih dan sayang kepada semua semua makhluk ciptaanNya, baik itu keluarganya, dalam bergaul dengan teman-teman dan semua yang dekat dan jauh dari lingkungan disekitar tempat dia tinggal selalu memiliki hubungan komunikasi yang baik dan bijak, bahkan disela-sela hari-hari waktu yang lagi sedang tidak sibuk dengan materi kuliahannya, dia sangat hobi dengan pekerjaan menanam dan merawat bunga dihalaman rumah, memelihara kucing, travelling, berenang, bermusik, dan menulis. Cinta merupakan salah satu contoh teladan dari sekian banyaknya contoh-contoh perempuan yang hidup sederhana dan menebar kebaikan keseluruh aspek kehidupan dalam lingkungannya. Cinta anak ke dua yang terlahir dari keluarga pasangan suami istri yang sangat sederhana dan memiliki ikatan generasi yang bergelar bangsawan pada masa-masa lampau yakni pada masa-masa kerajaan tempo dulu yang berninggrat dan sekarang kakek dan neneknya itu bergelar tokoh bangsawan juga yang terus turun temurun dari bebuyut-bebuyutnya, kakek dan nenek hidup disebuah padepokan tempat pengajian dan belajar agama islam milik bersama keluarga yang didirikan oleh moyang kakeknya. Keluarga besar Cinta sangat dihormati dan menjadi saripati contoh buah kebaikan dan keteladanan bagi masyarakat yang hendak pergi mengaji dalam menuntut ilmu agam islam dipadepokan kakeknya pada masa waktu itu, bahkan sampai sekarangpun padepokan yang didirikan oleh nekmoyang kakek dan neneknya itu masih diteruskan oleh bapak dan ibunya Cinta yang dibantu oleh santri, kakak dan adik-adiknya dalam kebersamaan sebuah keluarga yang harmonis dan dinamis yang hidup bersama masyarakat handai dan taulan. Keluarganya Kakak berAdik ini dan juga bersama-sama dengan Cinta pada masa kecilnya mereka juga sudah belajar mengaji dipadepokan kakeknya yang jaraknya tidak jauh dari pertengahan kota dengan jarak tempuh satu kilo meter langsung sampai ketempat tujuan pengajian, dan hasil dari bimbingan tempahan kakek dan neneknya ini menjadikan keluarga yang amat baik dalam keluarga dan Cinta pun tumbuh dan berkembang menjadi perempuan yang baik dan berakhlak mulia dalam keluarganya, dan setelah Cinta dewasa masuk kesekolah pendidikan menengah pada waktu itu pula kakek dan nenek Cinta pun meninggalkan kerabat keluarga dan seluruh  handai dan taulan dalam padepokan pengajian. Hal ini tidak membuat mereka larut dalam kesedihan tetapi mereka dengan segenap keluarganya secara bersama meneruskan cita-cita para leluhur nekMoyang kakek dan neneknya hingga sekarang dan sampai usia Cinta sudah masuk ke salah satu universitas sekolah tinggi dipertengahan kota, dan padepokan inipun masih tetap berjalan seperti apa yang diharapkan oleh kakek dan neneknya untuk terus melanjutkan pengajian dan memberikan ilmu yang bermanfaat kepada masyarakat disekitarnya.

Pada umur dua puluh lima tahun Cinta telah menyelesaikan pendidikan akhirnya dan mendapat nilai terbaik dari dari sekian banyaknya mahasiswa lainnya dikampus tempat ia belajar menambah keilmuannya dalam bidang akademik pendidikan agama islam.

Terus selesai pendidikan “apa saja kegiatan yang Cinta kerjakan sehari-hari..?

Cinta adalah seorang perempuan yang baik pada saat azan berkumandang tidak pernah sedikitpun Cinta melewatkan waktu tiba saatnya shalat, karena waktu saat azan berkumandang dan tiba saatnya shalat, dia langsung bergegas meninggalkan yang berhubungan dengan tugas dan kegiatan sehari-harinya, dalam mengisi waktu khusus pada waktu malam jum’at Cinta melaksanakan mengaji atau membaca AlQur’an. Keseimbangan diri inilah yang tumbuh dalam dan berkembang dalam jiwa Cinta dalam menjalankan kehidupan. Tidak hanya itu Cinta juga membantu keluarganya dirumah, membersihkan rumah, membantu mempersiapkan jamuan makan untuk sarapan pagi, makan siang, dan makan malam bersama dengan keluarga. Aktifitas lainnya dalam keseharian Cinta dalam menekuni dan menyalurkan hobi dengan pekerjaan menanam dan merawat berbagai jenis tanaman bunga dihalaman rumah, selain bunga hias melati dan mawar, bunga yang ditamanpun sekaligus bermanfaat untuk tanaman obat alami seperti jahe, bunga serumpit, dan lain sebagainya. Kucing kesayangan juga dipelihara oleh Cinta diberi makan dan minum setiap hari pada tempat yang telah disediakan olehnya dan siKucingpun meNgeong-ngeong sambil mengelus-elus diri bersama Cinta. Terus pada waktu luang Cinta suka pergi berenang ditepi pantai bersama keluarganya kebiasaan ini jelang pada hari libur atau minggu setelah semua dipersiapkan dirumah bersama keluarga Cinta berangkat kepantai atau laut yang merupakan tempat wisata alam panorama yang indah di alam terbuka yang berbatas tampak dikaki langit dengan menanti senja sore hari menatap kebesaranNya penciptaan alam yang begitu mempesona indah di ufuk kaki langit. Selain itu Cinta juga suka bermain musik, alat musik yang dia suka adalah bermain piano, biola, dan gitar, karena permainan alat musik ini sudah lama dia tekuni pada waktu kecil sudah nampak bakat bermain musik jadi alat musik piano, biola, dan gitar adalah peralatan musik yang sering kali dimainkan oleh Cinta di dalam rumahnya. Menekuni pekerjaan menulis kerap kali Cinta menuliskan sebait sajak atau puisi beringan dengan alunan musik melatarbelakangi karya tulisannya, selain puisi dia juga penulis tentang hakekat seorang wanita islam hingga karya ini diterbitkan dan banyak peminat pembacanya sehingga incomepun datang kepada Cinta dengan sendirinya tanpa dia sadari bahwa hobinya itu juga dapat menghasilkan pendapatan bagi dirinya sendiri dan juga bisa membantu keluarga dan kerabatnya yang membutuhkan uluran tangan bantuan Cinta. Sesekali Cinta travelling keluar daerah berwisata dan bertamasya bersama keluarga sungguh bahagia dalam keindahan keluarga yang memiliki nilai keakraban yang sempurna hingga akhir masa.

Kemudian  “apa saja resep kebahagian Cinta dalam keluarga dan rumah tangga,” 

Hingga pada akhirnya Cinta bertemu dengan jodohnya yaitu seorang pria yang tampan lagi baik hatinya, mereka saling mencintai antara satu sama lainnya, hubungan percintaan mereka tidak berlama-lama karena dalam islam sebagai seorang muhkrim yang sudah baliqh disunatkan dan wajib melakukan akad nikah untuk menghindari dosa diantara keduanya, perlangsungan akad nikah dan pernikahanpun berlangsung dengan kebahagiaan yang tak bisa diutarakan dengan kata-kata, karena dalam sebuah hubungan mahligai kehidupan berumah tangga adalah sebuah ikatan kebahagiaan yang semua orang juga terkesima dan bersimpati atas hari yang sangat berbahagia ini, akad nikah dilaksanakan pada hari selasa dan acara pernikahan dilaksanakan pada hari kamis yang membuahkan hasil yang sangat baik dikeesokan harinya..; Cinta dan suaminya hidup berdampingan dan rukun dalam rumah tangga, kegiatan kesehariannya terus berjalan menapak kaki melangkah masa depan yang bahagia, Cinta selalu patuh dan taat kepada suaminya, tidak pernah menyakiti hati suami dan selalu bersimpuh didepan suami, secara bersama melaksanakan shalat berjamaah dan dipagi hari seperti biasa Cinta selalu menyiapkan sarapan untuk suami dan keluarganya, Cinta lebih mengutamakan suami karena kewajiban istri adalah pelayan bagi suaminya yang artinya melayani dengan sepenuh hati, ikhlas, dan sabar. Dalam rumah tangga Cinta, permasalahan baik dirumah atau dikantor tidak selalu dicampur adukkan dan dibawa serta merta dalam pikiran suaminya, sehingga sebagai seorang istri terkadang melihat suami yang sedang tidak bersemangat dapat dirasakan oleh panca indera seorang istri, dan Cinta pun selalu memberikan semangat kepada suaminya agar pekerjaan dikantor harus diselesaikan dikantor dengan kepala dingin dan penuh sabar karena yang dihadapi oleh suaminya adalah mengelola karyawan dalam sebuah perusahaan dan tugas sebagai seorang manager perusahaan tidak juga mudah dan sulit yaitu pertanggungjawaban yang diembannya itu kepada atasannya dan bawahannya dan juga pertanggungjawaban sebagai seorang managerial yang harus memiliki jiwa besar untuk mengembangkan status perusahaan yang maju sehingga keadilan, kesejateraan, dan kenyamanan karyawan dalam bekerja terpenuhi, kebetulan suaminya Cinta adalah manager disalah satu perusahaan tekstil yang sudah memiliki nama dan talenta kerja yang cukup baik dimata konsumen, klaen, dan mitra bisnis kerjasama penyedia bahan-bahan tekstil. Sudah dua puluh tahun Cinta dan suaminya hidup bersama dan dianugerahi lima orang anak yang juga memiliki karakter dan kepribadian yang baik sama halnya seperti keluarganya. Kehidupan dua puluh tahun lamanya itu bukan semudah yang kita bayangkan, karena dengan berbagai macam problematika juga pernah terjadi dan dialami oleh Cinta, seperti merasakan bagaimana melayani suami, merawat anak-anak, dan juga menyempatkan diri dalam memperhatikan keluarga, dan padepokan yang dikelola oleh orang tuannya Cinta, dan Cinta pun tidak pernah berkeluh kesah tentang apa yang telah dialaminya sebagai kodratnya seorang wanita, karena Cinta setiap harinya selalu bersyukur apa yang telah diberikan kepadanya pada hari ini, rasa bertawaqal, bermunajat, dan beristiqamah melahirkan kasih sayang dan kebahagian Cinta Dalam Keluarga Sederhana. Tugas-tugas kesehariannya itu masih tetap ia tekuni dan keluarga bukan merupakan sebuah hambatan dalam beraktifitas, mengapa demikian ? Cinta adalah seorang ibu yang bijaksana dengan melahirkan tata cara hidup yang sederhana, secara bersama keluarga Cinta memberikan perhatian dan kasih sayang penuh kepada suami dan anak-anaknya, kegiatan-kegiatan pada masa mudanya tidak pernah ia tinggalkan kerapkali hobi yang baik itupun diberikan kepada anak-anaknya sehingga terasa bahagia bersama setelah dua puluh tahun lamanya umur pernikahan Cinta yang tidak terasa itu dijalankan dengan keikhlasan niat untuk beribadah, pada malam hari setelah shalat berjamaah Cinta mengarjarkan anak-anaknya mengaji, membaca, menulis, dan bercerita sebelum tidur, sehingga suaminyapun ikut bersama-sama dalam membina kebersamaan keluarga yang bahagia. Tanpa disadari usia umur dalam rumah tanggapun sudah ditempuh tiga puluh lima tahun lamanya, dan lima orang anak-anak Cinta sudah tumbuh besar dan dewasa hingga akhirnya kebahagian hidup bersama dalam keluarga masih tetap seperti biasanya, harmonis, damai, sejuk, dan penuh kasih sayang antar sesama keluarga suaminya, anak-anaknya, bapaknya, ibunya, dan kakak juga adik-adiknya yang selalu memiliki keakraban yang sangat erat Cinta kasih sayang seorang perempuan yang tumbuh dan berkembang ditengah padatnya kebisingan lalulintas kota namun tak menyulutkan semangatnya untuk memberikan yang terbaik bagi keluarganya, Cinta adalah seorang perempuan yang baik, ikhlas, dan berbudi perkerti luhur, karena dari garis dasar keturunan yang baik, ditambah dengan keilmuan yang telah ditempuh itu berkembang watak pola pikir yang baik dan bijaksana dalam menyikapi hidup dalam rumah tangga dan yang terpenting dalam hidupnya Cinta yang tertuang dalam prinsip hidupnya adalah semata-mata hanya beribadah taat kepada Tuhan Yang Maha Esa (Allah.SWT), patuh kepada suami, menjaga anak-anak, berbakti kepada kedua orang tua, dan bersosialisasi baik dengan lingkungannya. Begitulah kehidupan Cinta dalam menjalani hidup yang sederhana dalam sebuah keluarga dan semua yang dilakukan dan dikerjakannya adalah untuk ibadah dan tidak lebih dari itu, selain arah dan tujuannya hidupnya adalah beribadah dan terus beribadah.

Selanjutnya “bagaimana hubungan keluarga mereka dan masyarakat sekitarnya,”

Cinta dalam keluarga sederhana selalu memperhatikan dan merawat yang namanya hubungan silaturahmi, ikatan erat hubungan ini yang  diturunkan oleh generasi Cinta yang dapat mempererat tali hubungan persaudaraan yang kuat dan kokoh, hubungan antar sesama relasi suami, keluarga, bahkan masyarakat, turut ikut serta Cinta dalam lingkungan sekitarnya sebagai peran seorang perempuan yang peduli dengan tetangga disekelilingnya, dengan memberikan kebahagiaan berbagi, saran, ide, ataupun gagasan, bukan hanya semata terpaku pada materi, tapi kebahagiaan itu datang dengan kebersamaan yang selalu ikut memperhatikan dan bersimpati pada lingkungan disekitarnya, seperti hubungan sosial, apabila orang sakit, baik itu tertimpa suka dan duka, apabila terdengar kabar itu, maka Cinta bersama keluarganya langsung membesuk atau mengunjungi ketempat orang sakit itu, guna memberikan syafaat bagi orang sakit ataupun yang sedang berduka, dalam tujuan menjalankan kesempurnaan ibadahnya, karena kesempurnaan ibadah itu salah satunya adalah menyambung hubungan silaturahmi antara hubungan sesama manusia, dan baru berlanjut degan hubungan dengan Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta yakni hubungan dengan Allah.SWT.intinya dalam kehidupan sosial masyarakat adalah berbuat baik, berbaik sangka, dan pererat hubungan silaturahmi. Era zaman sekarang sudah sangat minim orang peduli dengan hal sosial disekitarnya semua orang-orang sibuk berlomba mengejar apa yang sebenarnya dikejar dan tidak tau yang didikejarnya itu adalah bayangan semu dibelakangnya, padahal hidup ini simpel dan sederhana dan tidak lebih, semua yang didapat adalah hanya titipan dan tidak semua titipan yang selalu dicintai dengan berlebihan muatannya itu dapat dibawa masuk ke liang lahat, seperti, pangkat, jabatan, harta, benda, dan kesekian banyaknya semua muatan itu seharusnya digunakan dijalan kebaikan yaitu jalan yang diridhaiNya. Sama halnya seperti Cinta yang tidak berlebih-lebihan mencintai yang dititipkan kepadanya, namun dengan ketaatannya itu Cinta sadar bahwa itu adalah kewajiban dan amanah yang harus dijalankannya sebagai kodratnya seorang perempuan yang taat dengan ibadah. Keluarga, pekerjaan, dan hobinya itu merupakan titipan dan Cinta bersyukur atas yang telah diberikan rahmat dan nikmat kepadanya hingga saat tiba kebahagiaan dunia untuk akhiratpun sempurna dijalankannya dalam keluarga dan lingkungan sekitrarnya.

Kemudian “apa yang membuat Cinta bertahan hidup dalam sebuah keluarga ?!”

Cinta lebih memilih tujuan hidupnya hanya untuk ibadah, semua perkerjaan dan kegiatan kesehariannya itu hanya semata diniatkan untuk ibadah, jadi dengan niat ibadah ini pula Cinta bertahan hidup, dan dengan tujuan ibadah ini pula Cinta bertahan hidup sampai pada akhir masa hayat dikandung badan bersama keluarga. Bersyukur apa yang telah terjadi hari ini juga merupakan ibadah yang paling sangat sederhana dalam mengungkapkan kata Alhamdulillah dengan rasa dan puji syukur yang tidak terbatas yaitu diucap dengan ikrar ikhlas sepenuhnya di dalam lubuk hati. Begitu pula sebaliknya rasa syukur yang dlakukan oleh keberagaman antar umat beragamapun berbeda-beda dan bermacam cara sesuai dengan norma-norma keagamaan, adat istiadat, budaya, dan kultural  wilayah masing-masing tempatannya. Cinta bertahan hidup dalam sebuah keluarga, memiliki tiga poin pondasi yang menjadi mata pelajaran kehidupannya untuk kita mengambil keteladanan dalam kisah cerita Cinta Dalam Keluarga Sederhana ini sebagai berikut;

  1. Panutan dengan Agama; Dengan Agama hidup Cinta lebih terarah dan lebih kuat dalam prinsip dan kepribadian yang memiliki arah tujuan hidup yang hakiki.
  2. Pendidikan; Tempahan pendiidkan dari sekolah menjadikannya perempuan yang berjiwa besar, rendah hati, mandiri, arif, dan bijak dalam menyikapi hidup ini.
  3. Keturunan; Dalam hal ini keturunan dalam keluarga juga mempengaruhi watak generasi yang mimiliki genregenerasi yang baik dari hasil binaan keluarga.

Pada poin pertama kita dapat menyimpulkan bahwa dengan adanya kekuatan pondasi mental dengan landasan Agama yang kuat, maka Cinta menjadi anak baik dan saleh, berbakti kepada suami, anak-anak, orang tua, dan kakak adik beradiknya, dalam sebuah perkumpulan keluarga yang harmonis penuh dengan kebahagiaan. Tujuan beragama adalah untuk arah hidup yang lebih baik dan penyempurnaan terhadap kebaikan diri melalui jalan berkehidupan antar sesama manusia dan Tuhan Sang Maha Pencipta (Allah.SWT).

Pendidikan merupakan sebuah penerapan konsep yang terus berkelanjutan diterapkan pada sebuah pendidikan yang melahirkan regenerasi yang berbudi pekerti luhur, berakhlak mulia, dan menghargai antar sesama, dengan perbedaan kemajemukan yang beragam nilai adat istiadat, sosial, dan budaya, pada wilayah tempatan, dengan mentaati hukum-hukum dan norma-norma yang berlaku dengan landasan asas persatuan dan kesatuan bangsa yang melahirkan insan yang cerdas, pintar,dan bijak.

Keturunan; Dalam kesekian banyaknya sosial kemasyarakatan keluarga adalah cerminan regenerasi yang melahirkan watak genregenerasi yang berbeda-beda dan memiliki nilai-nilai dan norma-norma kebaikan untuk mentalitas pola pikir yang telah tercipta dari hal yang sangat mendasar yakni pola didikan dari sebuah keluarga sehingga dapat menjadi anak yang berguna bagi bangsa dan negara, dan hal ini juga menjadi sebuah momen cerminan keluarga yang baik, bermartabat, berwibawa, dalam penilaian kesempurnaan watak genetikanya.

Kisah cerita Cinta yang telah kita ceritakan diatas dengan Tema berjudul Cinta Dalam Keluarga Sederhana ini merupakan salah satu karakter kepribadian keluarga yang baik yakni memiliki pondasi pronsip keluarga yang sangat kuat, dan dapat kita petik sebagai pengalaman mata pelajaran yang sangat berharga dalam kehidupan berkeluarga dan berrumah tangga, sebenarnya kita tahu dan sadar bahwa jodoh yang telah ditetapkan Tuhan kepada kita merupakan sebuah cerminan jati diri kita, penciptaanNya Maha Sempurna dan kedua pasangan hidup itu memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing dan pada hakekatnya kekurangan dan kelebihan itulah yang menutupi pencitraan kebahagiaan dalam kebaikan keluarga keluarga yang hakiki “dunia akhirat.”

Perlu kita terangkan disini adalah kebahagiaan keluarga itu berawal dari adanya Agama, Pendidikan, dan Keturunan yang baik dalam sebuah keluarga, jika ketiga hal ini sudah ada dasarnya dan dimiliki oleh keluarga, maka kebahagiaan itupun datang dengan sendirinya, karena asas dasar inilah yang tidak semua keluarga miliki, sebab faktor-faktor akar asal muasal permasalahan problematika seluruh keluarga pada umumnya adalah kurangnya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa (Allah.SWT). maka sudah sepatutnya kita bersyukur apa yang terjadi hari ini  dengan tidak henti-hentinya kita terus berdo’a, berusaha, dan bersabar dalam menjalani kehidupan ini.

 

Karya Tulis : Junirullah

2018 Desember 30