CATATAN KAKI TUHAN
Peradaban umat manusia telah berjalan lama dari waktu ke waktu yang tidak bisa di arsipkan dengan sebuah catatan-catatan harian, novel, majalah, ataupun buku cerita. Peradaban yang banyak mengkisahkan tentang kisah kehidupan yang tak habis dilihat dan dibaca dalam jangka waktu umur manusia. Peradaban itu telah dikisahkan, diriwayatkan, dan diceritakan kembali berulang-ulang diatas sebuah kitab suci AlQur’an yang dibawah catatan kakiNya itu memiliki hakikat keabadian jagat raya semesta alam dengan KalamNya Yang Maha Suci dan disyiarkan langsung penyampaian wahyu kepada nabi-nabi menjadi peradaban umat manusia yang silih berganti dengan kajian-kajian yang tak terbatas itu dalam sebuah peradaban kehidupan dibawah Catatan Kaki Tuhan.
“A’UZUBILLAHIMINAISYATANNIRRAJIM..” (BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM..) “aku berlindung kepada ALLAH dari godaan syaitan yang terkutuk”.. (dengan menyebut nama ALLAH Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang). Dari mulai penciptaan pertama peradabanku, aku telah ditanamkan zat sifat nafsu dan semua zat sifat nafsu itu adalah makhluk ALLAH juga yang dititipkan kepadaku dan yang menjadi amanah tugasku dalam hidupku adalah ibadah untuk terus memerangi sifat-sifat hawa nafsu yang jahat dan berlebih-lebihan, sifat dan nafsu adalah makhluk hebat ciptaan ALLAH yang telah mengalir dalam peradaban turun-temurun dari turunan segumpalan darah jantung hatiku dan aku terlahir dalam NUR peradaban nabi akhir zaman.
Cahaya peradabanku ini bukan seperti cahaya-cahaya lain yang hidup diantara milyaran cahaya ataupun seperti cahaya bintang, bulan, dan matahari, yang aku rasakan adalah sebuah cahaya yang tak bisa dikatakan dengan kata/kalimat-kalimat bahasa ibuku ataupun bahasa sehari-hariku karena ini adalah NUR Kalamullah yang utuh dan sepenuhnya itu Hak dan Milik ALLAH yang memiliki NUR.. semua kata dan kalimat itu dapat di syahadatkan (ASYHADUANLAILAHAILLALLAH WAASYHADUANNAMUHAMMADAWRASULULLAH). Dengan syahadat ini maka manusia akan sampai kepada dua dimensi yang berbeda dan itu telah dibuktikan Tuhan kepada makhluk.
Diantara dua dimensi yang berbeda telah aku lalui dan aku telah menyaksikannya hingga tepatri dalam ingatan dan terus diperlihatkan dalam ingatan khayal kenyataan seakan rasa itu memang ada dalam hitungan sepersekian sekon dan menit sehingga dimensi ini tidak mampu dijamah oleh manusia diluar batas kemampuan logika nyata karena masih terhijab dengan duniawi. Sesekali aku terbayang hingga “aku rindu kembali kesinggahsanaMu ya ALLAH..” bersama NUR akhir peradaban turunan yang mengalir dalam gumpalan darah jantung hati yang terus berproses dalam alam sadar otak yang berpikir tentang kebenaran abadi dan hakiki dibawah CATATAN KAKI TUHAN;
“A’UZUBILLAHIMINAISYATANNIRRAJIM..” (BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM..)
(ASYHADUANLAILAHAILLALLAH WAASYHADUANNAMUHAMMADAWRASULULLAH).
Al-Fatihah, Al-Ikhlas, AnNas, AnNur, Yasin, dan Asmaul Husna.
Junirullah/2019
You must be logged in to post a comment.